CB/Hasna Zahira & Salma Aliya, Stand UMKM Rice Bowl dan Aneka Sambal di Kampung Ramadhan Rindam.
Foto (Januar Arifin, 8/3/2026).
Magelang, Cobeez.id – Kampung Ramadhan Rindam Magelang menjadi event tahunan yang menarik banyak masyarakat untuk mencari takjil untuk berbuka. Berbagai stand makanan dan minuman berjajar rapi di halaman gerbang utama Rindam Magelang. Diantara berbagai stand, terdapat satu stand rice bowl dan pempek milik seorang anak muda yang berasal dari Palembang.
Cut Yolanda, pemilik usaha mengatakan bahwa dirinya sudah berjualan sejak di bangku SMA dan mulai berdagang saat merantau ke Kota Magelang bersama orang tuanya. Pada awalnya, ia hanya menjual pempek khas Palembang. Namun, melihat perubahan selera pasar, ia kemudian menambahkan menu rice bowl dengan berbagai pilihan lauk yang lebih diminati kalangan anak muda. Strategi ini dilakukan untuk mengikuti tren kuliner yang sedang berkembang sekaligus memperluas segmentasi pasar, dengan harga yang tetap terjangkau bagi berbagai kalangan.
Tahun ini menjadi tahun kedua Yolanda berpartisipasi dalam Kampung Ramadan Rindam. Ia mengaku telah melakukan persiapan yang lebih matang, mulai dari konsep stand hingga strategi promosi untuk menarik minat pembeli.
“Tahun ini kedua kalinya, persiapan jauh lebih mumpuni dan matang. Kita gandeng influencer lokal juga buat promosi, jadi lebih ramai,” ujar Yolanda (8/3/26).
Dalam mengembangkan usahanya, Yolanda memanfaatkan strategi pemasaran digital dengan menggandeng influencer lokal serta memaksimalkan promosi melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan daya tarik produk, sehingga menu rice bowl dan pempeknya kerap habis terjual setiap hari.
Meski demikian, Yolanda mengakui bahwa menjalankan usaha kuliner masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait pendapatan yang tidak menentu. Ia terus melakukan evaluasi agar bisnisnya dapat berkembang dan bertahan dalam jangka panjang. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama bagi anak muda yang ingin memulai usaha. Ia menilai bahwa persiapan memang penting, namun pengalaman langsung di lapangan dan kemampuan bertahan menghadapi dinamika usaha merupakan pelajaran yang paling berharga untuk menjaga bisnis tetap berjalan.
Penulis : Salma Aliya
Editor : Hasna Zahira
