Bisnis Jadi Gaya Baru Anak Muda, Kampung Ramadhan Rindam Dipadati Pedagang Muda

Magelang, cobeez.id – Kampung Ramadan Rindam di Jalan Diponegoro IV, Kota Magelang, tidak hanya menjadi pusat berburu takjil bagi masyarakat selama bulan Ramadan, tapi juga menjadi wadah berkembangknya bisnis kuliner yang banyak digerakan oleh anak muda. Ratusan stand menjual beragam produk mulai dari makanan, minuman, aksesoris, hingga pakaian turut memadati kawasan tersebut setiap sore.

Kawasan yang dikenal sebagai Rindam tersebut sudah mulai dipenuhi pengunjung sejak pukul 16.00 WIB. Ratusan sepeda motor terparkir rapi di sepanjang area Rindam, menandakan tingginya antusiasme masyarakat kota memilih Kampung Ramadan Rindam sebagai tempat mencari menu berbuka puasa.

Di tengah kesibukan transasksi yang berlangsung, banyak anak muda yang mengambil peluang untuk terjun di dunia bisnis. Tidak sedikit dari mereka yang masih menjadi mahasiswa, dan berani mulai membuka usaha kuliner untuk menambah pengahasilan sekaligus mencari pengalaman. Hal ini menunjukkan  minat yang tinggi pada generasi muda di bidang bisnis.

Salah satunya adalah Fajar Arsa Gunawan (21), seorang pemuda yang berjualan kuliner cumi bakar. Ia sudah menjalani usahanya selama lebih dari satu tahun. Menurut Fajar, keputusan berjualan tidak hanya untuk mencari uang, tetapi sekaligus menambah pengalaman berbisnis.

“Selain buat cari uang, biar engga nganggur juga, sekalian buat cari pengalaman,” Ujarnya. (8/3/26)

Berbeda dengan pedagang pada umumnya yang biasanya menetap, Fajar memiliki strategi bisnis dengan sistem “jemput bola”. Ia mengikuti berbagai event dan festival kuliner di berbagai kota untuk menjangkau lebih banyak pembeli dan usahanya semakin dikenal. Awalnya, ia tertarik berjualan setelah mengikuti temannya yang lebih dulu berjualan. Akhirnya ia  memutuskan untuk ikut membuka usaha sendiri.

Untuk promosi, Fajar mengaku masih mengandalkan penjualan langsung di lokasi event tanpa memanfaatkan media sosial secara khusus. Meski demikian, adanya event seperti Kampung Ramadan Rindam sangat membantu para pedagang kecil seperti dirinya. Fajar juga berpesan kepada anak muda lain agar tidak ragu untuk mencoba berbisnis sejak dini.

“Jangan gengsi, seumuran kita ini banyak yang gengsi, sama jangan takut mencoba,” pesannya. (8/3/26)

Tidak hanya Fajar, banyak anak muda lain yang turut meramaikan Kampung Ramadan Rindam dengan berbagai usaha kuliner. Maya, salah satu penjual risol dengan berbagai varian rasa yang telah berjualan di lokasi tersebut sejak 2024. Ia mengaku senang berjualan dan mengalami peningkatan pesat selama bulan Ramadan. Jika dibandingkan dengan hari biasa, jumlah pembeli bisa meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat. Selain itu, promosi dari konten kreator atau akun media sosial yang sering membuat video kuliner juga turut membantu meningkatkan jumlah pengunjung.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar Ramadan tidak hanya menjadi tradisi tahunan masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa berbisnis mulai menjadi gaya baru di kalangan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Comment