CB/Hasna Zahira & Titis Maysiana, Rentengan plastik di toko (10/4/2026)
Foto (Kompas.com)
Cobeez.id – Kenaikan harga plastik yang mencapai sekitar 50 persen dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan dampak luas, tidak hanya bagi pedagang pasar tetapi juga konsumen.
Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan mengatakan, kenaikan harga plastik terjadi secara bertahap sejak akhir Februari 2026.
“Jauh sebelum memasuki Ramadhan itu masih Rp10.000. Kemudian bertahap naik Rp500 hingga Rp700 per pekan sampai puncaknya kami proyeksikan naik 50 persen,” ujar Reynaldi, Senin (6/4/2026), dikutip dari Kompas.com.
Kondisi ini membuat keuntungan pedagang menipis karena biaya operasional meningkat, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Kenaikan ini bukan tanpa sebab, data menunjukkan Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku plastik. Mengutip laporan dari Detik.com, nilai impor bahan baku plastik Indonesia mencapai sekitar US$ 873,2 juta atau setara Rp 14,78 triliun (kurs Rp 16.927) pada Februari 2026, sehingga harga domestik sangat dipengaruhi kondisi global saat ini.
Selain itu, masalah pasokan yang timbul dari ketegangan geopolitik semakin memperburuk keadaan. Berdasarkan laporan dari LBS Research, lonjakan harga minyak global secara langsung memengaruhi sektor plastik, karena bahan dasarnya berasal dari produk-produk petrokimia seperti nafta dan etilena.
Di tingkat pasar, dampaknya sudah mulai terasa, harga salah satu plastik kresek naik yang awalnya Rp 26.000 menjadi Rp. 44.000 per pack. Kenaikan ini membuat pedagang harus menyesuaikan strategi, seperti mengurangi penggunaan plastik atau menaikkan harga barang secara bertahap.
Sementara itu, konsumen juga mulai beradaptasi. Sebagian masyarakat memilih menggunakan tas belanja sendiri untuk mengurangi pemakaian plastik. Meski terlihat sederhana, perubahan ini menunjukkan adanya dampak langsung pada kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Secara umum, lonjakan harga plastik ini menunjukkan bahwa barang yang sering dipandang remeh ternyata memegang peran penting dalam kegiatan ekonomi. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dampaknya akan meluas ke harga kebutuhan pokok lainnya.
Penulis : Titis Maysiana
Editor : Hasna Zahira
