Magelang Tempoe Doeloe Hadirkan Pengalaman Menjelajah Masa Lalu di Jantung Kota Magelang

Cobeez.id – Suasana Alun-Alun Kota Magelang berubah menjadi lorong waktu kembali ke masa lalu, dalam event Magelang Tempoe Doeloe yang berlangsung pada 6–8 Juni 2026. Acara tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Magelang ini berhasil menarik banyak pengunjung dari berbagai kalangan untuk menikmati beragam jenis kuliner tradisional, melihat koleksi-koleksi benda lawas, mengenal kembali sejarah perkembangan Kota Magelang dari masa ke masa, dan bernostalgia serta berbagi cerita mengenai kehidupan pada masa lampau.

Berbagai jenis stand menampilkan barang lawas, seperti uang kuno, koran lama, lukisan, mainan jadul, poster bersejarah, perangko, hingga jajanan tradisional dipadati pengunjung sejak pagi hingga malam hari. Acara ini menjadi ruang nostalgia dan edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang belum banyak mengenal kehidupan Magelang pada masa lampau.

Acara ini juga tentunya menjadi ruang eksplorasi yang menarik khususnya bagi kolektor atau pecinta barang antik. Menurut Pak Rido salah satu kolektor dan penjual barang antik disana adanya Magelang Tempo Doeloe sangat membantu dalam meningkatkan penjualannya. Beliau juga berpendapat selain berjualan, beliau juga dapat mengedukasi pengunjung terkait dengan pengetahuan mengenai barang antik.

“Kalau tahun ini sangat baik daripada tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu itu 3 hari hujan, sekarang reda jadi pengunjung ramai pedagang ramai semua. Kemudian, selain berdagang sekalian memberikan edukasi apa itu uang kuno dan bagaimana cara membedakan yang asli dan yang palsu,” ujarnya

Ada pula Lisa penjual kopi dan tembakau yang berpendapat serupa. “Alhamdulillah untuk pameran ini lumayan Karena suasana yang mendukung, untuk pengunjungnya lumayan beragam pengunjungnya dari bapak-bapak, Gen Z juga banyak, yang perempuan juga banyak.”

Menurut mereka, acara seperti Magelang Tempo Doeloe memang menjadi agenda tahunan yang wajib mereka hadiri. Biasanya mereka mendapatkan informasi mengenai acara seperti ini dari lingkungan komunitas mereka, baru kemudian mencari informasi lebih lanjut, mereka tidak hanya hadir di Kota Magelang saja namun di kota-kota atau wilayah lain juga.

Dari perspektif pengunjung, salah satu pengunjung, Yasmin, mengaku datang ke acara tersebut karena diajak oleh suaminya. Selama berkeliling, ia menyempatkan untuk melihat berbagai poster jadul dan membeli jajanan tradisional lupis. Menurutnya, Magelang Tempoe Doeloe menjadi event yang bisa direkomendasikan, terutama untuk keluarga dan memiliki anak.

“Karena sudah berkeluarga jadi recomended. Bisa sekalian untuk edukasi anak, memperkenalkan barang-barang yang dulu pernah saya pakai dan baca” ujarnya.

Euforia antusiasme yang sama juga ditunjukkan oleh pasangan Samingun dan Nunik yang datang bersama anak dan cucu mereka. Keduanya mengaku rutin menghadiri Magelang Tempoe Doeloe setiap tahunnya.

“Kami jalan-jalan sore sambil momong cucu. Selain itu juga sekalian reuni karena setiap tahun selalu datang ke acara ini,” kata Samingun.

Menurutnya, event ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sejarah Magelang yang belum banyak diketahui. Ia menilai penyelenggaraan tahun ini menghadirkan beberapa produk baru dibandingkan dengan tahun sebelumnya, seperti kuliner tradisional apem.

Magelang Tempoe Doeloe juga menciptakan kesan bagi mahasiswa Universitas Tidar yang baru pertama kali mengunjunginya. Hesti, Vina, Mara, dan Yunita mengaku memperoleh pengalaman yang berbeda dari ekspektasi awal mereka. Menurut mereka sendiri sebagai warga pendatang di Magelang, acara ini memberikan banyak insight baru khususnya terkait dengan sejarah di Kota Magelang.

“Sebagai anak rantau yang datang kesini, menurut saya pribadi acara ini menarik karena di tempat asal saya acara seperti ini tidak pernah diselenggarakan. Setelah berkeliling dan melihat-lihat kami jadi tahu sedikit sejarah khususnya sejarah di Magelang, ada banyak hal menarik juga yang bisa kita lihat dan coba”.

Magelang Tempo Doeloe tidak hanya menjadi ruang nostalgia bagi pengunjung, namun juga sebagai ruang eksplorasi, ruang edukasi, serta ruang menambah wawasan terkait dengan sejarah dan suasana Magelang di waktu lampau. Sehingga Magelang Tempo Doeloe tidak hanya membawa rasa familiar nostalgia bagi yang pernah merasakan saja, namun juga mengajak generasi dibawahnya untuk merasakan rasanya ada ditengah-tengah sejarah itu sendiri dengan cara paling menarik dan menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2