C/B Hasna Zahira & Salma Aliya, Gambaran momen sakral di Borobudur (25/5/2026)
Foto (Pixabay/astama81)
Cobeez.id – Menjelang Hari Raya Waisak yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2026 para Bhante dari berbagai daerah sudah mulai melakukan perjalanan menuju titik akhir yaitu Candi Borobudur terhitung mulai tanggal 9 Mei 2026 kemarin.
Melakukan perjalanan dari Bali, para Bhante dari berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Laos, dan tentunya Indonesia berjalan kaki sejauh ratusan kilometer. Mereka diperkirakan tiba di Candi Borobudur pada tanggal 28 Mei 2026. Tidak hanya umat Buddha, perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur turut menarik para wisatawan dari berbagai kalangan. Meningkatnya jumlah wisatawan menjelang Hari Raya Waisak tentu membawa dampak besar bagi sektor pariwisata, UMKM, hingga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitarnya.
Dari riset yang dilakukan oleh Direktur Komersial PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Gistang Richard Panutur bersama lembaga independen menyatakan bahwa perayaan Waisak tahun lalu memperoleh perputaran ekonomi mencapai Rp 134 miliar selama satu bulan pelaksanaan. Disebutkan pula tingkat penginapan di kawasan Borobudur telah mendekati penuh menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2026. Selain itu sejumlah kurang lebih 1000 pekerja dari warga sekitar juga dilibatkan untuk kelancaran perayaan Hari Raya Waisak tahun ini.
Gistang menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran, kenyamanan, dan keamanan menjelang perayaan Hari Raya Waisak. Bekerja sama dengan Majelis Buddha, berbagai fasilitas seperti lahan parkir, layanan petunjuk digital, kendaraan listrik, sistem pengaturan pengunjung, hingga layanan petugas lapangan telah disiapkan. Diharapkan seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Waisak tahun ini dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat daerah Borobudur dan sekitarnya.
Nantinya perayaan ini tidak hanya menghadirkan prosesi keagamaan, tetapi juga sejumlah aktivitas wisata budaya seperti Pasar Medang, program Sunrise Walking Pradaksina, dan berbagai pertunjukan yang mengangkat nilai spiritual dan budaya Borobudur. Hal ini menandakan bahwa perayaan Hari Raya Waisak bukan hanya sekedar perayaan atau upacara keagamaan umat Buddha, namun juga menjadi momentum yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Penulis : Salma Aliya
Editor : Hasna Zahira
