C/B Hasna Zahira, Gambar dompet berisi uang rupiah (6/4/2026)
Foto (Pexels/ahsanjaya)
Cobeez.id – Di tengah meningkatnya biaya hidup dan berbagai tantangan ekonomi, anak muda dituntut untuk semakin bijak dalam mengelola keuangan. Fenomena ini turut melahirkan tren “In This Economy?” di media sosial, sebuah ungkapan yang digunakan untuk mengekspresikan keterkejutan atau keraguan terhadap aktivitas ekonomi yang dianggap semakin sulit, misalnya harga barang dan jasa yang semakin mahal.
Kondisi ekonomi yang dinamis membuat generasi muda harus memikirkan kembali cara mereka membelanjakan uang. Tidak hanya kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga, gaya hidup digital yang dipenuhi oleh promo, kebiasaan nongkrong, dan kemudahan transaksi juga kerap mendorong perilaku konsumtif anak muda.
Langkah awal yang bisa dilakukan oleh anak muda adalah menyusun anggaran bulanan secara realistis. Caranya dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, seseorang dapat mengetahui kondisi keuangan serta mengidentifikasi pos pengeluaran yang dapat dikurangi.
Selain itu, penting bagi anak muda untuk membedakan mana kebutuhan dan keinginan mereka. Kebocoran anggaran seringkali terjadi karena keputusan membeli barang yang sedang tren atau dorongan sesaat. Prioritas sebaiknya diberikan pada kebutuhan esensial seperti makanan, transportasi, pendidikan, dan kesehatan.
Dana darurat juga disarankan disiapkan sebagai bentuk antisipasi terhadap situasi yang tak terduga. Dana ini dapat membantu mengurangi risiko finansial ketika menghadapi kondisi mendesak, seperti kondisi kesehatan dan kondisi ekonomi lainnya yang mengharuskan untuk mengeluarkan anggaran lebih.
Tidak hanya menabung, anak muda juga didorong untuk mengenal investasi sejak dini. Dengan memahami instrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan dan profil risiko, mereka dapat mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang sekaligus melindungi nilai aset dari inflasi.
Tips Finansial untuk Anak Muda di era “In This Economy”
- Terapkan Strategi 50:30:20
Alokasikan 50 persen pendapatan untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi. - Catat Seluruh Pengeluaran
Kebiasaan mencatat pengeluaran dapat membantu mengetahui ke mana uang digunakan setiap bulan. - Hindari Impulsif Buying
Jangan mudah tergoda dengan promo atau diskon, pastikan barang yang dibeli memang benar-benar dibutuhkan. - Bangun Dana Darurat
Usahakan selalu menyisihkan dana darurat untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak terduga, setidaknya tiga hingga enam kali kebutuhan bulanan. - Mulai Investasi Sesuai Kemampuan
Pilih instrumen investasi yang dipahami dan sesuai dengan tujuan keuangan.
Di tengah trend “In This Economy” yang mencerminkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi saat ini, pengelolaan keuangan yang bijak menjadi kunci bagi anak muda untuk menjaga stabilitas finansial. Dengan disiplin mengatur pengeluaran dan merencanakan keuangan sejak dini, generasi muda dapat menghadapi berbagai tantangan ekonomi dengan lebih siap dan percaya diri.
Penulis: Hasna Zahira
Editor : Hasna Zahira


omaga sangat berbobot